Kamis, 05 Desember 2013

Malam Tanpa Bintang


Langit biru nan cerah perlahan berubah ketika senja menyapa, menyapu semua waktu yang telah terlewati hari. Kala malam tiba, Sang mentari bergegas menyinari belahan dunia lain yang bahkan belum pernah ku lihat sebelumnya. Segera setelah matahari pergi semua akan menghilang dari pandanganku, tak ada lagi yang bisa ku pandangi, tak lagi ada senyuman yang bisa ku nikmati. Tak juga lagi kutemui warna-warni duniaku.




Langit malam sangat berbeda dengan langit siang yang cerah dan bercahaya karena pancaran sinar matahari. Hitam, gelap, tanpa ada satu pun bintang yang tersenyum. Berharap akan ada secercah cahaya bintang meskipun redup, berharap akan ada yang memberikan kilau terang walaupun sedikit. Aku takut tersesat jika tanpa matahari menerangi jalan ku, aku terlalu takut melangkah dalam kegelapan ini.  Aku takut tak lagi bisa melihat indahnya dunia tanpa matahari itu.

Aku terdiam dalam heningnya malam hitam, memikirkan betapa indahnya duniaku saat matahari itu ada. Namun, semuanya hilang ketika malam menjelma. Ku lihat sekelilingku, sepi, bisu, tak lagi ada kehangatan itu. Kutelusuri lorong waktu, mengingat semua yang ditinggalkan oleh matahari itu. Tawaku, bahagiaku, ketakutanku, tangisku dan semuanya tentang aku dan duniaku. Sejenak aku berpikir, seandainya aku bisa menahan perginya matahari itu, tentu tak akan ada kegelapan ini. Seandainya matahari itu berubah menjadi bintang saat malam menjelang mungkin langit tidak akan sehitam ini. 

Malam tanpa bintang, semuanya tak terlihat indah lagi. Aku benci matahari yang pergi, aku tak suka malam gelap. Aku ingin matahari itu kembali. Keegoisan ini, membuatku lupa bahwa Allah menciptakan banyak tempat di dunia ini yang juga membutuhkan matahari itu, bukan hanya aku. Saat ini matahari itu mungkin sedang bersinar terang di tempat yang berbeda, Allah mengizinkan malam gelap ini menyapaku agar aku lebih bersyukur ketika matahari itu tiba esok hari. Allah ku sudah mengatur semuanya, gelap terangnya hidupku. 

Harus ku ikhlaskan matahari itu pergi sekarang, dan ku nikmati malam indah ini walau tanpa bintang menemani. Aku hanya butuh sedikit saja kesabaran menunggu esok tiba. Matahari akan terbit lagi membawa sejuta kisah baru, senyum baru, dan bahagia baru. 

:)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar